|
BEBERAPA PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN
DALAM PEKERJAAN SOSIAL MAKRO
Tujuan: Untuk
mengetahui tujuan, struktur dan prosedur-prosedur
lembaga pelayanan kemanusiaan.
Sebagian besar pekerja
sosial bekerja pada lembaga, baik lembaga pemerintah, swasta, maupun
sukarela. Kegiatan PSM seringkali melibatkan lembaga pelayanan
kemanusiaan dalam pelaksanaan kegiatannya.
Agar dapat memberikan
pelayanan dan program-program sosial secara effektif , pekerja sosial
perlu mengetahui visi, misi, struktur, pendanaan, kebijakan dan
prosedur-prosedur lembaga. Beberapa hal di bawah ini dapat membantu
pekrja sosial memahami lembaga pelayanan kemanusiaan:
|
1. |
Pelajari bagan
lembaga dan tentukan bagaimana bagian-bagian atau seksi-seksi lembaga
selaras dengan struktur organisasi. |
|
2. |
Pelajari
perundang-undangan dan peraturan-peraturan setempat yang mempengaruhi
kebijakan dan pelaksanaan program lembaga. |
|
3. |
Pelajari
kebijakan dan juklak-juknis lembaga. Beri perhatian khusus pada petunjuk-
petunjuk etis atau pedoman perilaku pegawai. |
|
4. |
Bacalah dokumen
yang menjelaskan sejarah, visi, dan misi lembaga. |
|
5. |
Pelajari
kebijakan kepegawaian lembaga. |
|
6. |
Pelajari sistem
pendanaan lembaga: sumber dana, alokasi dana, laporan-laporan
pengeluaran lembaga. |
|
7. |
Pelajari laporan
tahunan lembaga dan ketahui program-program lembaga yang mana yang
paling sering atau paling jarang dimanfaatkan oleh klien.
|
|
8. |
Pelajari
prosedur yang digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan lembaga dan
kualitas pelayanan yang diberikan. |
|
9. |
Identifikasi
organisasi-organisasi lain dengan mana lembaga sering berhubungan.
|
|
10. |
Pelajari peran,
tugas, dan kegiatan khusus yang diberikan kepada para pekerja sosial |
|
11. |
Berbicaralah
kepada tokoh-tokoh masyarakat dan kaum profesional lain mengenai
lembaga tersebut untuk mengetahui bagaimana program-program lembaga
tersebut dilihat oleh pihak lain |
Mempelajari Masyarakat
Tujuan: agar dapat
melakukan asesmen informal mengenai masyarakat sehingga mampu memahami
konteks dimana kegiatan PSM dilaksanakan, mengevaluasi sistem pelayanan
kemanusiaan yang ada, dan mengerti struktur pengambilan keputusan yang
ada di wilayah tersebut.
Masyarakat adalah
sekelompok orang yang memiliki perasaan sama atau menyatu satu-sama lain
karena mereka saling berbgi identitas, kepentingan-kepentingan yang
sama, perasaan memiliki, dan biasanya satu tempat yang sama. Ada
beberapa fungsi masyarakat: (1) penyedia dan pendistribusi barang-barang
dan jasa, (2) lokasi kegiatan bisnis dan pekerjaan (3) keamanan publik,
(4) sosialisasi, (5) wadah dukungan bersama atau gotong royong, (6)
kontrol sosial, (7) organisasi dan partisipasi politik.
Beberapa aspek di bawah
ini penting diketahui dalam mempelajari masyarakat:
|
1. |
Nama dan batas
wilayah serta jarak dari kota atau masyarakat lain. |
|
2. |
Demografis:
jumlah penduduk, distribusi usia, kelompok minoritas, jumlah anggota
keluarga, status keluarga. |
|
3. |
Sejarah wilayah:
kapan, mengapa dan oleh siapa daerah tsb dikembangkan,
kejadian-kejadian pedting yang mempengaruhi perkembangan wilayah,
perubahan karakteristik penduduk, alasan-alasan mengapa pendatang baru
datang ke wilayah tersebut dan mengapa orang-orang pergi meninggalkan
wilayah tersebut. |
|
4. |
Geografi dan
pengaruh-pengaruh lingkungan terhadap masyarakat: pengaruh cuaca,
gunung, sungai, danau, pola-pola transportasi lokal, pembangunan
ekonomi, pengaruh jalan tol, interaksi sosial, supply air, listrik,
jarak dari pasar. |
|
5. |
Kepercayaan dan
sikap-sikap: nilai-nilai dominan, agama, sikap-sikap penduduk,
jenis-jenis lembaga pelayanan kemnusiaan, rasa memiliki penduduk
terhadap wilayahnya. |
|
6. |
Politik lokal:
bentuk pemerintahan lokal, kekuasaan dan pengaruh partai politik,
tingkat partisipasi dalam pemilu, debat, isu dan kontroversi pada saat
ini. |
|
7. |
Ekonomi dan
bisnis lokal: industri utama, bisinis, produksi wilayah, jenis pekerjaan
yang ada, keterampilan kerja yang diperlukan oleh perusahaan-perusahaan
besar, persentasi pekerja dan penganggur, ramalan pertumbuhan ekonomi di
masa depan. |
|
8. |
Distribusi
pendapatan: pendapatan rata-rata bagi pria dan wanita, kelompok
minoritas, jumlah orang dan keluarga yang hidup di bawah garis
kemiskinan, jumlah orang dan keluarga yang menrima
bantuan sosial
(program kemiskinan).
|
|
9. |
Perumahan: tipe
perumahan umum, biaya dan ketersediaan perumahan, persentasi prumahan
yang disewa atau kosong, persentasi rumah yang padat atau kumuh.
|
|
10. |
Fasilitas dan
program-program pendidikan: lokasi dan jenis sekolah, ketersediaan
sekolah bagi anak-anak khusus, tingkat drop-out, ketersediaan pendidikan
tinggi, pendidikan orang dewasa, program-program kejuruan dan pelatihan
kerja. |
|
11. |
Sistem kesehatan
dan kesejahteraan: nama dan lokasi pemberi pelayanan kesehatan, pemberi
pelayanan kemanusiaan, kelengkapan dan keterjangkauan pelayanan,
jaringan-jaringan informal. |
|
12. |
Keamanan publik
dan sistem peradilan: kelengkapan polisi dan pemadam kebakaran, sikap
penduduk terhadap polisi lokal, pengadilan dan pogram-program
koreksional, jumlah orang dewasa dan remaja yang dipenjara. |
|
13. |
Sumber informasi
dan opini publik: Stasiun TV, radio dan surat kabar yang paling
berpengaruh, pemimpin kunci dan pembicara-pembicara utama dari berbagai
kelompok masyarakat. |
|
14. |
Masalah utama dan
perhatian-perhatian masyarakat: jenis dan penyebaran masalah (perumahan
kumuh, transportasi yang tidak memadai, keterbatasan kesempatan kerja),
usaha-usaha yang tengah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut,
kesenjangan yang ada pada berbagai pelayanan pendidikan, kesehatan dan
sosial. |
Pemasaran Pelayanan
Kemanusiaan
Tujuan: untuk menarik
minat publik berpartisipasi atau mendukung pelaksanaan kegiatan PSM.
Sebagian besar pekerja
sosial tidak terbiasa untuk berpikir bahwa program PSM adalah sebuah
produk yang harus dipasarkan, ditampilkan dan dijual. Prinsip pemasaran
dapat membantu pekerja sosial untuk memahami secara lebih baik
tindakan-tindakan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan pendanaan,
menarik klien yang memerlukan pelayanan, tenaga sukarela dan para
profesional.
Ada 5 P yang perlu
diperhatikan dalam melakukan strategi pemasaran sosial:
|
1. |
Product (produk):
produk harus baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat
dimana program akan dilaksanakan. |
|
2. |
Potential Buyer or
consumer (pembeli atau pelanggan potensial): kenalilah siapa pembeli
atau pelanggan potensial yang paling mungkin membeli atau menggunakan
produk kita. |
|
3. |
Place (tempat):
pilihlah lokasi yang paling mudah dijangkau oleh para pengguna
pelayanan. |
|
4. |
Price (harga):
harga produk PSM tidak selalu diukur dalam rupiah, melainkan juga dari
atensi, partisipasi atau kepuasan klien. |
|
5. |
Promotion (promosi): gunakanlah selalu berbagai bentuk atau media promosi yang
sesuai untuk memasarkan produk. Media bisa berupa TV, surat kabar, radio
atau “words of mouth”. |
Pengumpulan Dana Bagi
Lembaga Pelayanan Kemanusiaan
Tujuan: untuk
memperoleh dana dari masyarakat dan lembaga lain guna mendukung proyek
tertentu atau program PSM yang sedang berlangsung.
Agar lembaga nir laba
agar tetap hidup (survive) perlu mengembangkan program-program yang
didukung oleh dana yang memadai dan berkelanjutan. Salah satu kunci
keberhasilan lembaga dalam pendanaan adalah kemampuannya melakukan fund
raising (pengumpulan dana) atau fund development (pengembangan dana).
Terdapat beberapa
petunjuk dan prinsip yang dapat membantu para pekerja sosial dalam
melakukan pengumpulan dana:
|
1. |
Sadari bahwa
meskipun dalam kondisi yang paling baik sekalipun, mengumpulkan uang
bagi kegiatan PSM bukanlah hal yang mudah. |
|
2. |
Pengumpulan dana
bagi kegiatan yang sedang berjalan harus menerapkan metode-metode yang
dapat diulangi setiap tahun. |
|
3. |
Prasyarat utama
keberhasilan pengumpulan dana adalah program pemasaran yang baik yang
membuat publik tetap memiliki informasi mengenai lembaga atau kegiatan
PSM. |
|
4. |
Hal terpenting
dalam pengumpulan dana adalah membuat perencanaan. Sediakan waktu yang
cukup (sekitar 12 sampai 18 bulan) dan ingatlah bahwa waktu yang
tersulit untuk memperoleh dana adalah manakala kita memerlukan sekali
dana pada saat itu. |
|
5. |
Lihatlah sumber
keuangan pada tingkat lokal terlebih dahulu. Orang-orang di wilayah
lokal adalah mereka yang paling mungkin memiliki kepentingan tertentu
dengan keberhasilan program yang diusulkan. |
|
6. |
Pengumpulan dana
adalah kegiatan yang sangat bersifat personal. Dalam kenyataannya,
orang memberi uang kepada orang lain yang ia kenal atau sukai dan bukan
terhadap lembaganya. Bangunlah jaringan dan ketahuilah orang-orang kunci
pada lembaga-lembaga yang dapat memberikan akses dalam memperoleh dana.
|
|
7. |
Adalah
memerlukan uang untuk memperoleh uang. Pastikan bahwa kegiatan
pengumpulan dana memilki anggaran tersendiri. |
|
8. |
Libatkan tenaga
sukarela dan dewan direksi lembaga. Mereka memiliki kredibilitas dalam
masyarakat dan keterlibatan mereka meningkatkan rasa memiliki terhadap
program. |
|
9. |
Adalah penting
untuk melakukan penelitian mengenai prioritas sumber-sumber dana yang
potensial dan sesuaikan prioritas tersebut dengan rencana kita.
|
|
10. |
Pengumpuln dana
melibatkan permintaan kepada orang untuk memberikan atau menyumbangkan
uangnya. Jika tidak memintanya, maka kita tidak akan memperoleh uang.
|
|
11. |
Hubungi ahli jika
kita belum mengetahui secara pasti bagaimana melakukan kampanye
pengumpulan dana. Kita akan merusak usaha-usaha di masa depan jika
melakukan pengumpulan dana dengan
perencanaan yang buruk.
|
Ada sepuluh langkah
dalam merancang kegiatan pengumpulan dana: (1) rumuskan tujuan, (2)
konsultasi dengan ahli, (3) buatlah rencana, (4) pilih seorang ketua
pelaksana, (5) bentuk struktur organisasi, (6) seleksi dan latihlah para
petugas kampanye, (7) persiapkan materi informasi, (8) pelihara
laporan-laporan dengan baik, (9) berikanlah pengakuan, (10) evaluasi
kampanye.
Membuat Proposal untuk
Memperoleh Dana dari Lembaga Eksternal
Tujuan: untuk
memperoleh dana dari lembaga pemerintah, yayasan-yayasan swasta atau
lembaga donor internasional.
Selain dana yang berasal
dari anggaran internal, kegiatan PSM dapat didanai oleh lembaga-lembaga
eksternal. Kita dapat mengajukan proposal kepada lembaga-lembaga
eksternal untu mendanai proyek sosial yang akan maupun sedang dilakukan.
Sebelum pekerja sosial atau tim memutuskan untuk mengajukan permohonan
dana ke pihak luar ada tiga prasyarat yang harus dipertimbangkan: (1)
gagasan atau inovasi program yang akan diajukan harus dirumuskan secara
cermat dan jelas, (2) selain orang-orang atau panitia yang mengembangkan
program, administrasi lembaga dan badan pelaksana harus memiliki
komitmen terhadap program yang akan diusulkan, (3) harus dilakukan
asesmen terhadap kompetensi dan kapasitas individu dan lembaga yang
menunjukkan bahwa proyek dapat dilaksanakan secara baik dan terukur.
Terdapat beberapa
petunjuk dalam mengembangkan sebuah proposal pengajuan dana:
|
1. |
Lakukan pekerjaan
rumah untuk meneliti sumber potensial pemberi dana sebelum proposal
dibuat. Pelajari prioritas-prioritas pendanaan yang diberikan oleh
lembaga yang akan dilamar, sejarah pemberian dana terdahulu, kriteria
kelayakan, batasan geografis, jenis dan jumlah dana yang tersedia,
proses seleksi. Simpan nama, alamat dan nomor telepon orang yang dapat
dihubungi (contact person). |
|
2. |
Carilah informasi
dan kontak secara informal dengan lembaga maupun contact person yang
akan ditawari proposal. |
|
3. |
Buatlah proposal. Dalam
membuat proposal, jawablah pertanyaan berikut: Apa yang ingin
kita lakukan, berapa biaya dan waktu yang diperlukan? Apakah
proyek yang diusulkan sesuai dengan bidang dan prioritas lembaga
pemberi dana? Apakah ada proyek lain yang mirip dengan proyek
yang kita usulkan, bagaimana persamaan dan perbedaannya?
Bagaimana kita akan melaksanakan proyek tersebut, apakah
pelaksana proyek memiliki pelatihan dan pengalaman yang memadai,
mengapa mesti kita atau lembaga kita yang melakukan proyek
tersebut dan bukannya pihak lain? Siapa yang akan diuntungkan
oleh proyek tersebut, apa dampak yang akan ditimbulkan terhadap
lembaga, klien, bidang ilmu, masyarakat, negara atau bangsa?
Bagaimana kita akan mengukur, mengevaluasi dan melaporkan dampak
tersebut? Apakah proyek dapat berlanjut setelah dana yang
diberikan berakhir? |
|
4. |
Jadilah salesman
yang baik terhadap proyek kita. Proposal yang ditulis harus dapat
dipresentasikan dengan menarik yang merefleksikan pengetahuan,
antusiasme, dan komitmen. |
|
5. |
Terukur. Persipakan
untuk melaksanakan proyek sesuai dengan rencana tertulis dan dana yang
diajukan. |
Isi proposal sebaiknya
mencakup:
|
( a ) |
Jilid (halaman
muka) yang memuat judul proyek, peneliti utama, nama lembaga, tanggal
pelaksanaan, total dana yang diperlukan, dan tandantangan pengurus
lembaga yang berwenang. |
|
( b ) |
Abstraksi yang
memuat pernyataan ringkas mengenai tujuan dan prosedur proyek, metode
evaluasi, dan rencana penyajian hasil. |
|
( c ) |
Pernyataan
masalah dan tujuan proyek yang menunjukkan rationale (alasan-alasan
utama) perlunya proyek dan buatlah tujuan dalam bahasa yang terukur. |
|
( d ) |
Methodology, prosedur dan kegiatan yang akan dilakukan. |
|
( e ) |
Metode evaluasi
yang menjelaskan bagaimana hasil-hasil proyek yang akan dicapai dapat
diukur. |
|
( f ) |
Tenaga
pelaksana dan fasilitas yang akan dilibatkan dalam pelaksanaan proyek. |
|
( g ) |
Anggaran.
Gambaran secara detail mengenai biaya-biaya yang mungkin akan
dikeluarkan dalam melaksanakan proyek.
|
|
( h ) |
Penyajian atau
penyebarluasan hasil yang menjelaskan bagaimana hasil proyek akan
dilaporkan dan disebarluaskan sehingga pihak lain dapat memeproleh
amnfaat dari proyek tersebut. |
|
Bahan Bacaan:
Sheafor, Bradford, W.,
Charles R. Horejsi, dan Gloria A. Horejsi (2000), Techniques and
Guidelines for Social Work Practice, Boston: Allyn and Bacon
Suharto, Edi (2003),
Beberapa Pengetahuan dan Keterampilan dalam Pekerjaan Sosial Makro,
makalah yang disampaikan pada Diklat Tenaga Pelatih (TOT) Pelatihan
Dasar Pekerjaan Sosial (PDPS), PUSDIKLAT PEGAWAI Jl. Margaguna Raya No.1
Radio Dalam Jakarta Selatan, 10 – 11 April 2003
|
|